|
 | Jejak | May 11, 2005 |
 |  | CATATAN | Aug 10, 2006 |
Izinkan aku bertutur ..........
Ketika lahir, anak lelakiku gelap benar kulitnya, Lalu kubilang pada ayahnya: "Subhanallah, dia benar-benar mirip denganmu ya!" Suamiku menjawab: "Bukankah sesuai keinginanmu? Kau yang bilang kalau anak lelaki... more  | KEREN | May 6, 2005 |
 Saksikan Investigasi, Brutal dan Tikam. Inilah program yang menguak motif kejahatan; mengungkap fakta dibalik peristiwa; dan bagaimana hukum sejatinya bekerja. Hanya di LATIVI Pasti!   | Guestbook | |
 | Rabu, 25 Maret 2009
Kepada Yth. Emil W. Aulia Penulis Novel Berjuta-juta Dari Deli
Dengan hormat
Bersama dengan surat ini saya yang bertada tangan dibawah ini:
Nama : Dyah Ayu Andita Kumla Sari Tempat, tanggal lahir : Boyolali, 25 Agustus 1987 Pekerjaan : Mahasiswa UNS Program studi : Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah NIM : K1205011 Alamat : Jln. Baru Ampel, Tangkisan Kaligentong, Ampel, Boyolali E-mail : anditakumala@yahoo.co.id Sehubungan dengan tugas akhir untuk menempuh geler keserjanaan, maka dengan ini sedang melekukan penelitian dan penulisan sekripsi yang berjudul : KRTITIK SOSIAL PADA NOVEL BERJUTA-JUTA DARI DELI (TINJAUAN SOSIOOGI SASTRA). Sekiranya mohon bantuan dan kesedian untuk penelitian terhadap novel yang bapak tulis untuk menabatu saya. Dalam kepenulisan sekripsi. Atas kesedian dan perhataian saya ucapakan terima kasih.
Hormat Saya
Dyah Ayu Andita K.S.
|
 | Matinya sebuah bangsa
www.duniasastra.com, www.duniamusik.com,www.diansastro.20m.com
Kulihat bangsaku perlahan telah mati nuraninya, karena lapar saling menyikut dan menindas...siapa cepat dan kuat dialah pemenangnya...
Aku tertegun dan terpana semua ingin diraih, tak pernah ada kata puas....seakan yang hidup bergabung dengan yang mati demi sebuah ambisi.
Aku menyaksikan wajah-wajah yang tak kenal rasa malu, yang menutupi matanya dengan debu-debu emas yang memantulkan gemerlap cahaya teplok- airmata derita .
Kulihat pula derai tawa - tak berdosa sembunyikan tangis bayi dari bilik kardus bawah kolong jembatan; suara tangisan yang mengharap susu manis dari kedua tetek kering ibunya, tarikan nafas kegetiran yang menanti matangnya bebatuan didalam kuali ; serta Jeritan nafas kemiskinan yang membuat seorang ibu tega meletakkan anaknya dalam kardus- tepi sungai.
Tak ada bedanya aku, kamu dan mereka...karena nuranilah kita berbeda- karena kejujuranlah kita jadi mulia. sadarkah engkau bahwa orang mulia sekalipun-tak jarang dari mereka adalah keturunan darah penjahat !. Aku muak dengan kapitalis karena ia merupakan raksasa tak berkaki serta berotak anak ayam, jelmaan lintah yang tak pernah kenyang. Aku; kamu; dan mereka semua; bayi-bayi ini, serta para pewaris bangsa...mereka adalah para pewaris yang terpasung dan terkekang, karena kemiskinan telah merantai tangan-tangan dan tubuh mereka dalam belenggu kebodohan.
Aku bukanlah seorang provokator, atau anarkis bukan pula komunis, aku mengajarkan kepada mereka tentang Tuhan, dan ketika mereka marah meradang , aku redam mereka dengan akal dan nurani, Aku seorang motivator , sekaligus orang yang terpasung, roda-roda kehidupan kudapati berlawanan arah denganku, ia melindas dengan angkuh setiap benih yang kutanam dan hendak bertunas.
Dan aku melihat disana, dibalik tumpukan sampah ada budak sedang tertidur , aku tak ingin membangunkan dia kalau-kalau ia sedang memimpikan “kebebasan.”
Bila ia telah terbangun akan aku jelaskan tentang arti kebebasan kepadanya.
Tapi aku juga mencintai para budak itu, seperti cintaku pada kebebasan, sebab mereka mengecup dengan mata tertutup taring binatang buas dalam hening ketidaktahuan, tanpa tahu senyum maut yang menunggu, dan tak pernah menyadari, sedang menggali kuburan dengan tangan mereka sendiri.
kehidupan berbangsa laksana sebuah kursi singgasana, bila rusak atau patah sebagian maka pincanglah sebuah bangsa.
Dan Matilah sebuah bangsa bila hukum dapat dibeli dengan uang, serta para pemikirnya membiarkan kebohongan sedangkan ia mengetahuinya -kemudian karena sesuatu hal ia hanya diam terpaku , lalu menyerah dalam kubangan belenggu yang bernama kekuasaan. |
 |
meiy wrote on Sep 22, '08 ndak jadi acara di medan mil?:) |
 | rayo ka medan mil?
:) salamaiak puaso yo! maaf lahir bathin. eh rumah emil dima alamatnyo di bogor? |
 | MERDEKA???? Kita masih terjajah oleh UTANG dan RIBA!! |
 | salam kenal uda dewa uda urang awak? |
 |
meiy wrote on May 21, '08 ternyata indak ado link email di blog uni hehe...alah uni cubo invite selalu eror. emil invite yo? |
 |
meiy wrote on May 21, '08 lai aman se, mamak ka jakarta yo mil, bawo anak silek kali yoh, rancak acaranyo |
 | alhamdulilah semua sehat ni... sekarang ke global tv... uni ba-a? |
 | baa kaba mil, anak2 n mamanyo lai sehat? di TV One kini? |
 | Alhamdulillah elok2 sajo Mil. Aku gak milih, soalnya aku gak percaya satu pun. |
 | ba-a kaba bang... pilih siapa kemarin di pilgubsu? |
 | Ondeeeee lamo bana indak basuoooooo. Kama sajo waangko? |
 | Mil... Dimana bisa beli buku Satanic Finance (True Consfiracies)? Abang cari2 di Gramedia tidak ada. Kau yang buat resensi buku itukan...? |
 | OOOiiii emil.... sehat nyo kan? |
 |
meiy wrote on Jan 17, '08 baa kaba mil, lamo awak indak kontak, alah tulis novel ke 2?
|
 | dah lama ga main ke sini... sehat! |
 |  |  | Welcome | May 5, 2005 |
  | LINKS | May 5, 2005 |
  |
|